in ,

Dispora: Gelar Kompetisi dari Pokir Dewan, Liga Askot Padang Bukan Ajang Pembinaan

Sepakbola Kota Padang

Momen ketika Technical Meeting sebelum Liga Askot diputar, Maret 2020 lalu

Padang, bolabeten – Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Padang yang mengelola kompetisi sepakbola atas nama Liga Askot 2020 menyatakan hajatan tersebut sebagai upaya menggairahkan persepakbolaan di ibu kota Provinsi Sumatera Barat dan bukanlah untuk pembinaan.

Itu diakui oleh Kepala Dispora Padang, Mursalim, kepada sejumlah jurnalis olah raga yang menjumpainya untuk melakukan wawancara khusus, pada Senin (16/11/2020).

“Regulasinya memang usia bebas dan hanya menampung tiga pemain usia muda kelahiran 1998 ke atas,” tutur Mursalim.

Menyoal pengelolaan Liga Askot PSSI Padang 2020 ini, Mursalim mengakui dari dana pokok pikiran (Pokir) anggota DPRD Padang, Mastilizal Ye, yang juga menduduki posisi Ketua Askot Padang. Nilai pokir tersebut sebesar Rp.250 juta.

“Dana tersebut dititipkan di Dispora Padang. Sesuai dengan tupoksi Dispora, kami kelola untuk Liga Askot Padang tahun ini,” katanya.

“Mengenai regulasi pertandingan Liga itu, dibuat oleh Panpel yang berasal dari pengurus Askot PSSI Padang. Kami hanya bertugas membayarkan sesuai RAB yang dibuat panpel saja,” sambungnya.

Kadispora Padang, Mursalim bersama Exco Askot PSSI Padang, Afri Yuzar dan Edo Wiradana

Tim peserta Liga Askot terdiri dari 36 klub. Sebanyak 18 tim adalah anggota resmi Askot PSSI Padang yang menjadi voter (29 voter) di Kongres Pemilihan PSSI Padang 2019, pada Sabtu (20/8/2019) lalu. Sedangkan sisanya, mendaftar saat kompetisi akan dimulai. Seluruh tim peserta dikenakan insert pendafaran kompetisi, masing-masing Rp.2,5juta. Sedangkan bagi klub voter diberikan diskon Rp.500ribu.

Namun, saat kompetisi berjalan dan terhenti karena pandemi Covid-19. Ada klub yang mundur, yakni Porsep dan IPRC, plus BBC yang undur diri sebelum kick-off kompetisi

Menariknya, selama kompetisi berlangsung sejak awal Maret lalu, terpantau pemain-pemain yang telah malang melintang di dunia persepakbolaan nasional. Ada pula pelatih di salah satu klub tapi juga bermain untuk klub lainya. Lainnya, banyak pemain-pemain usia lanjut (Diatas 35 tahun hingga 50 tahun) yang bermain di kompetisi, seperti Anton Sofnevil, Romus Saputra, Hengki Ardiles, Masykur Rauf, dan lain-lain.

“Semua tentang Liga ini ada di dalam regulasi dan dipegang oleh Ajo (Yuherdi), Kabid Olahraga,” imbuh Mursalim.

Mursalim kembali menyebutkan Liga Askot PSSI Padang memang orientasinya menggairahkan lagi persepakbolaan di Kota Padang dan bukan untuk pembinaan.

“Nampaknya memang serupa itu. Hanya untuk menggairahkan lagi sepakbola Kota Padang yang selama ini vakum kompetisi,” tutup Mursalim.

Berikut ke-29 Voters Askot PSSI Padang :
PS. IPRC Indarung, PS Cengkeh Putra, PS. Zico Putra Transport, PS. Pasar Raya, PS. Rajawali, PSG Gadut, PS. Bank Mandiri, Gempar FC, PS. Kinantan, PS. BBC Batuang Taba, PS. OPEL, PS. Purba Jaya, PS. UNAND, PS. Putra Bahari, PS. Palgas, PS. Ulak Karang Putra, Permata Diesel FC, Padang Putra FC, PS. Brandon Olahraga Club, PSTS Tabing, PS. PU Sumbar, PS. Taruna Khage, PS. UNP, Imam Bonjol FC, Persekon, POP Polda, PS. Gaung Putra, PORSEP Indarung, Persepal Pauh.

Peserta Liga Askot Padang 2020 :
– Klub voter: BBC (mundur), Porsep (mundur), IPRC (mundur), PS POP Polda Sumbar, Persepal, PS Cangkeh Putra, PS UNAND, PS Rajawali, PS Putra Bahari, PS UKP, PS Machudums, Taruna Khage, PS Pasar Raya, PS BNI, PS Gaung Putra, BOC, PSTS Tabing, PS Gempar.

– Klub Non Voter: Padang City, Cahaya Motor, Tagak Basuo FC, Navigasi, Bingkuang City, Kuranji, Padang Yunior, Balai Gadang, Gema, Kompak, Janse, Nalayan, Riot FC, Villanesia, Ariq Joda, IPETAS, Ampang Lion

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Mills luncurkan Jersey Ketiga Timnas Indonesia

Diikuti 12 klub, Futsal Sumbar League U20 tahun Segera Berputar di Rafhely By Pass, Padang