in ,

Dihuni deretan pesepakbola muda Liga Indonesia, setiap pekan Silahturahmi FC rutin jajal tim amatir Kota Padang dan sekitarnya

Padang, bolabeten – Deretan pesepakbola muda Sumatera Barat yang bermain di Liga Indonesia, seperti Yoga Noviandre, Genta Alparedo (Semen Padang FC), Miftahul Farid (Semen Padang FC U18), Fadilah Nur Rahman (Timnas U16 dan U19), Nicholas Saputra (Timnas Pelajar) dan lain-lainya terpantau rutin bermain dalam satu tim di lapangan-lapangan sepakbola Kota Padang dan sekitarnya.

Teranyar, Selasa sore (23/6/2020), mereka bermain bersama dengan dengan label tim, Silahturahmi FC, melawan klub amatir bernama Bingkuang City di lapangan Brandon, Lapai.

Sehabis bermain. Dodi Hirwan, pelatih sekaligus pemain Silahturahmi FC kepada bolabeten, mengaku timnya merupakan kumpulan pemain-pemain muda yang dihuni mayoritas eks. PPLP Sumbar. Tim dadakan yang muncul untuk menjaga persaudaraan dan rasa kekeluargaan.

Leo menceritakan, awalnya mereka berkumpul setelah usainya Pemberlakuan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap III di Kota Padang. Bertepatan pula dengan momentum Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah, beberapa waktu lalu.

“Karena pandemi Covid-19 dan PSBB, adik-adik minim bermain dalam satu tim. PPLP Sumbar pun juga tidak ada aktifitas latihan karena sekolah dan asrama ditinggal atlet-atlet binaan,” ujar Leo, sapaan Dodi Hirwan.

“Begitu pula dengan pemain-pemain mantan binaan PPLP Sumbar yang bermain di klub-klub Liga Indonesia. Aktifitasnya stay at home, dipulangkan ke tempat asal masing-masing karena kompetisi tertunda. Inilah mendasari kita berkumpul setelah PSBB jilid I, II dan III berakhir,” terang Leo.

“Pas juga dengan pascalebaran. Komunikasi lewat media sosial, WhatApps. Kemudian bertemu di lapangan PPLP Sumbar dan bermain bola lagi. Dibuatlah nama Silahturahmi FC. Dan kami mulai bertanding karena ada tim-tim lain yang mengajak ujicoba,” imbuhnya.

Leo yang asisten pelatih di PPLP Sumbar, ikut pula terlibat sebagai pemain. Tapi, kalau sewaktu ada ujicoba, banyak pemain-pemain yang datang. Ia berindak selaku pelatih saja.

“Kadang, saya ikut bermain. Melihat situasi saja. Jika banyak yang datang, saya off dulu,” ujar pemegang lisensi kepelatihan C AFC tersebut.

Leo tidak mengira, keberadaan mereka menarik perhatian. Setiap pekan, Silahturahmi FC tidak putus-putusnya menerima tawaran jajal kemampuan dari klub-klub sepakbola amatir di Kota Padang dan sekitarnya.

“Ini positif sekali, karena Silahturahmi FC awalnya hanya dadakan. Tetapi memang pemainya pernah bersama di PPLP Sumbar, walaupun beda-beda generasi. Chemistry sudah ada,” kata Leo.

“Hanya Firman Juliansyah, Ihsan Sabili dan Wildan yang masih sekolah. Randi Wefa, Taufik, Nicolas, Dadang, Adit, Reno baru keluar dari PPLP, lulus sekolah di tahun ajaran 2020 kemaren. Bisa dikatakan satu generasi. Kemudian ditambah dengan senior-senior mereka, seperti Yoga, Farid dan generasi lainnya. Pada dasarnya Silahturahmi FC, tempat untuk menjaga performa mereka,” jelas Leo.

Leo tidak menampik Silahturahmi FC kedepannya dapat saja berkembang ke arah yang serius. Tergantung situasi. Sebab sangat erat kaitannya dengan PPLP Sumbar, tempat pengabdiannya yang paling utama selaku ASN Dispora Sumbar.

“Kita lihat untuk kedepannya dulu. Kita cari kesepakatan sama adek-adek alumni PPLP Sumbar yang baru tamat. Kalau yang sudah lama alumni, mungkin sudah kita kumpulkan. Sementara waktu, biarlah Silahturahmi FC mengalir saja. Untuk saat ini, siapa alumni yang mau gim, silahkan bergabung,” tutup Leo.

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Indra Sjafri Dinilai Sudah Kelewat Batas, Sudah Salah Mengareh Pula

Sepakbola Ada Sentuhan Fisik, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo Tegaskan Lampu Hijau Belum Dinyalakan !