in , ,

“Coaching Clinic” pelatih cabor lolos PON dimulai, Sumbar targetkan naik peringkat di Papua

Olahraga Sumbar

Ketua Umum KONI Sumbar, Syaiful menyampaikan pidatonya di pembukaan Coaching Clinic Pelatih Cabor lolos PON/ridho

Maninjau, bolabetenCoaching Clinic pelatih cabang olahraga (cabor) lolos PON XX-2021 di Papua telah dimulai pada hari ini, Selasa (11/8) sampai Kamis (13/8) di Hotel Nuansa Maninjau.

Kegiatan KONI Sumbar tersebut bertujuan untuk peningkatan kapabilitas semua pelatih dalam mencapai target kontingen olahraga Ranah Minang di Papua nanti.

Itu disampaikan Ketua Umum KONI Sumbar Syaiful, SH, MH. Ia mengungkapkan pada PON mendatang Sumbar memiliki target minimal bisa mempertahankan raihan pada edisi PON lalu.

Namun, KONI juga menginginkan kontingen Tuah Sakato di medan laga dapat membawa pulang 16 emas dan naik satu digit di peringkat sebelumnya.

“Di Papua sasaran kita adalah emas. Karena ini PON paling mahal. KONI Sumbar punya target tak muluk-muluk, minimal bertahan diperingkat 11 atau bisa naik satu digit diperingkat 10 besar, sesuai dengan target yang diucapkan Bapak Wakil Gubernur beberapa waktu lalu. Karena itu mari semuanya berusaha, seayun selangkah mencapai target dimaksud,” ungkap Syaiful.

Sementara itu, Ketua Tim Teknis KONI Sumbar Fazril Ale menjelaskan, tujuan dari kegiatan ini adalah mendapatkan database pelatih fisik kedepan, dimana pelatih bisa memahami dan membuat program khusus untuk menunjang fisik atlet.

Ia menyebut, untuk tenaga pelatih fisik di Indonesia sangat kurang, bahkan hanya bisa dihitung dengan jari. Apalagi di Sumbar, pelatih fisik yang paham dengan pelatihan fisik sistematis sesuai kebutuhan kecaboran boleh dikatakan belum ada.

“Indonesia berhasil berprestasi di Sea Games Filipina karena ada konsultan pelatih fisik. Terbukti juga performa atlet menjadi meningkat, karena ditangani dengan detail. Kita ingin juga di Sumbar banyak lahir pelatih fisik,” harapnya.

“Pelatihan fisik dan teknik adalah dua hal yang berbeda, tidak bisa disamakan. Wajar saja pelatih dulu terkuras energinya karena dua hal ini digabung, sehingga tak bisa memberikan hasil maksimal,” tukas Fazril Ale.

Sedangkan Ketua Panitia Pelaksana, Irnaldi Samin menyampaikan, peserta kegiatan diikuti oleh 52 orang pelatih dari 25 cabor yang lolos ke PON XX Papua.

“Kegiatan ini menerapkan protokol Covid 19. Melaksanakan rapid test kepada semua peserta, memakai face shield, masker, menyediakan tempat cuci tangan serta mengatur jarak,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Bertemakan Melalui Penerapan Ilmu Olahraga, Kita Tingkatkan Terus Raihan Prestasi PON XX-Papua, Kadispora buka Coaching Cliniic Pelatih KONI Sumbar

Sikap Persebaya tak menentu, tunggu dulu detail Protokol Kesehatan lanjutan Liga 1 2020