in ,

Bingkuang City mainkan 12 pemain, Kompak FC protes! Bukti Liga Askot 2020 kompetisi “hore-hore”, Benarkah?

Sepakbola Sumbar

Skuad Kompak FC, protes terhadap kelalaian wasit di laga vs Bingkuang City/ist

Padang, bolabeten – Kompetisi sepakbola usia bebas yang diadakan organisasi resmi PSSI di Kota Padang makin ke ujung, menuju semi final dan final, terlihat makin asal-asalan.

Seolah membuktikan kompetisi ini ‘hore-hore‘. Bukan ajang pembinaan. Sekadar penggembira persepakbolaan Padang. Merunut sejak awal, Liga Askot ini membolehkan klub yang legalitas nya belum syah sebagai anggota untuk ikut kompetisi. Membebaskan regulasi usia pemain. Tak punya muara kompetisi yang jelas. Hingga, mengabaikan keabsahan pertandingan, karena tidak ada pihak keamanan dan medis di tiap pertandingan.

Terkini, Liga yang dinaungi salah satu organisasi resmi PSSI, perpanjangan tangan strata federasi resmi sepakbola nasional, yaitu PSSI Pusat, Asosiasi Provinsi (Asprov) kemudian Askot/Askab, menambah lagi catatan negatif dan seakan mengangkangi sendiri marwah organisasi.

Di pertandingan penentuan ke semi final pada Babak 8 Besar Grup D, Bingkuang City, tim yang aslinya adalah skuad Badai Laut FC asal Pesisir Selatan, ketahuan memainkan 12 pemain menghadapi 11 pemain Kompak FC di lapangan Brandon, Jumat (4/12/2020),

Kejadian aneh, ada 12 pemain Bingkuang City di tengah permainan, bukan 11 pemain sesuai aturan resmi pertandingan diketahui penonton dan menyebabkan laga dihentikan. Kompak FC protes dalam situasi tertinggal (0-1) dari Bingkuang City. Sayangnya tidak digubris panpel dan wasit, Kompak FC pun memilih tidak melanjutkan pertandingan.

Kepada wartawan di Padang, kapten tim Kompak FC, Kurnia Ridho Ath Thooriq mengakui adanya kejadian tersebut dan terkesan dibiarkan oleh panpel serta perangkat pertandingan. “Iyoo pakkk, jadi kronologisnyo dalam 10 menit terakhir team lawan, Bingkuang menggunakan pemain 12 orang dalam waktu kalau ga salah 8 menit pakkk,” katanya.

Pemain yang lama dibina Akademi Sepakbola Semen Padang FC (SPFC) sekaligus membela SPFC U-19 di Liga 1 U-19/2017, menyebutkan manajemen tim melakukan protes resmi kepada panitia pertandingan. “Saya tidak tahu siapa nama wasit yang memimpin pertandingan tadi. Tapi, Surat protes alahh pakk.. Lah diurus sadolahnyo (semuanya) pakkk,” tutup Ridho, eks. Solok FC di Liga 3 2018 Babak Nasional dan Tim Pra PON Sumbar 2019 ini.

Terpisah, Edo Wiradana, Exco Bidang Wasit Askot Padang, dikonfirmasi media ini mengatakan kelalaian fatal panpel dan perangkat pertandingan yang terjadi di laga Bingkuang City vs Kompak FC akan ditindak lanjuti oleh panitia disiplin panpel.

“Kita serahkan ke panitia disiplin (pandis), biar pandis yang memutuskan,” katanya singkat seperti enggan menjelaskan.

“Siapa perangkat pertandingan yang bertugas pada pertandingan itu, keterangannya itu yang belum kita dapatkan,” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Bhayangkara Solo FC Putuskan Pecat Serdy Ephy Fano

Kapten Gasliko U16 kembali dipanggil Bima Sakti ke TC Timnas di Yogyakarta