in , ,

Best XI Ranah Minang Sepanjang Masa

Padang, bolabeten – Sumatra Barat sejak dulu termasuk salah satu daerah yang menyimpan talenta-talenta hebat sepakbola. Tidak hanya level Sumbar atau regional Sumatra, tapi namanya mampu menyeruak dan berkibar ke tingkat nasional.

Bahkan untuk regional Sumatra, pesaing talenta Sumbar hanyalah Sumatra Utara dan Aceh. Dua wadah yang selalu memunculkan pesepakbola Sumbar adalah PSP padang dan tentunya Semen Padang FC. Walau sekarang Semen Padang FC cenderung berjalan sendiri.

Namun demikian, sejarah mencatat itulah dua katup sepakbola Sepakbola Sumbar itulah yang banyak menelorkan nama-nama populer dan bersinar di sepakbola nasional. Jika ditelusuri sejak era 1970-an, akan ditemukan pemain-pemain yang layak dimasukan dalam daftar pemain-pemain terbaik putra daerah Sumatra Barat.

Jika disusun menjadi sebuah tim, akan menjadi sebuah komposisi pemain yang komplit dan layak disebut sebagai best XI Ranah Minang sepanjang masa. bolabeten.com mencoba menyusun formasi terbaiknya, dengan skema 4-4-2, sebagai berikut.

1. Kiper: Teja Paku Alam
Banyak nama yang layak dipertimbangkan untuk posisi kiper. Mulai dari Ahmad Idris, Afriyanto, dan Jandia Eka Putra. Tapi sepertinya Teja Paku Alam lebih pas menghuni sektor kiper. Anak Pesisir Selatan ini sekarang bermain untuk Persib Bandung setelah hengkang dari Semen Padang musim 2019. Selain itu, dia termasuk salah satu kiper terbaik Indonesia saat ini dan sering keluar masuk Timnas Indonesia. Untuk cadangannnya, kiper PSIS Semarang, Jandia Eka Putra loayak menempati.

2. Bak Kanan: Hengki Ardiles
Anak Sumpu yang ditemukan di turnamen Jordus di Sungayang ini, adalah simbol pemain yang sangat profesional. Sosok legenda Semen Padang FC, tak tergantikan dalam tim sampai dia pensiun tahun 2018. Leadership bagus, sososk panutan di dalam dan luar lapangan adalah kelebihannya yang lain.

3. Bek Kiri: Afdhal Yusra
Bintang Semen Padang FC era 1990-an. Beberapa kali dipanggil Timnas, adalah salah satu referensi kelayakan putra Pesisir Selatan ini. Tubuh kecil, tapi gesit dan licin, ditambah skill diatas rata-rata. Terkadang sedikit nakal, mencubit pantat lawan dalam mengakali postur yang kecil saat duel dengan lawan, adalah senjata rahasianya. Bek modern pertama di Semen Padang FC.

4. Center Bek: Nilmaizar
Namanya mulai mencuat saat menjadi satu-satunya putra Minang yang terpilih masuk Proyek Timnas Garuda II 1987. Dari situ dia masuk skuad inti Tim Pra Olimpiade 1991, dengan status tak tergantikan. Selepas dari Timnas pulang kampung memperkuat Semen Padang. Tujuh tahun membela Semen Padang, membuatnya layak menjadi menjadi salah satu legend Ranah Minang.

5. Center bek: Suhatman Imam
Tak hanya legenda hidup PSP Padang atau Sumbar, tapi juga legend Indonesia. Kiprahnya paling dikenang adalah masuk Timnas Pra Olimpaide 1976. Pemain termuda dalam skuad Timnas dan pemain kesayangan pelatih Wiel Coerver. Sempat magang di klub Belanda, Go Ahead Eagle atas rekomendasi Coerver. Tak salah lagi, lelaki asal Koto Anau Solok ini adalah leganda sepakbola Sumbar yang belum tergantikan.

6. Gelandang bertahan: Syafril.M
Pemain asal Batu Hampar, Limapuluh Kota ini adalah sosok gelandang bertahan yang langka. Tak banyak bicara tapi banyak bekerja, berpenampilan dingin di lapangan, itulah tipikal khasnya. Di lapangan juga tak kenal kompromi, sehingga di benar-benar menjadi sosok langka untuk mengisi gelandang bertahan. pernah menjadi kapten tim Semen Padang, membuat Syafril layak diketengahkan sebagai gelandang bertahan di formasi ini.

7. Sayap kanan: Aprius
Mulai mencuat saat memperkuat Semen Padang FC di kompetisi galatama Divisi I tahun 1985. Pria asal Batusangkar ini menjadi top skor, dan sempat dipanggil Timnas Pra Olimpiade 1986. Pemilik nafas kuda ini adalah salah satu pemain sayap terbaik dizamannnya, kelebihannya adalah mampu melepas crossing sepeerti diantarkan ke kepala striker, untuk dijadikan gol. Selain itu, dia juga dimodali naluri gol yang tinggi.

8. Gelandang Menyerang: Syafrianto Rusli
Pria asal Lintau ini adalah sosok gelandang hebat dizamannya. Lama menyandang ban kapten Semen Padang pada era galatama 1980-an, membuatnya menjadi “kapten abadi”. Gay permainan yang stylish dan teknik tinggi, membuat pria yang pernah memperkuat timnas pelajar Indonesia ini layak masuk best XI Ranah Minang.

9. Penyerang: Delfi Adri
Ditengah kelangkaan striker lokal, Delfi Adri adalah anomali yang muncul di era akhir 1980-an. Penyerang gempal asal Labuah Silang Kota Payakumbuh ini, sosok tak tergantikan dan tak punya pesaing dalam satu dekade di semen Padang. Haus Gol, adalah brand yang melekat pada dirinya. Di usia remaja pernah memperkuat Timnas Indonesia U-16. Jadi, satu tempat di Best XI Ranah Minang layak jadi miliknya.

10. Penyerang: Irawadi Uska
Identik dengan PSP Padang, nama gaulnya adalah Codot. Codot adalah legenda lain PSP disamping Suhatman Imam. Tak banyak referensi tertulis tentang kehebatan Codot, tetapi kesaksian para pecinta PSP di zamannya, lebih dari cukup menjelaskan tentang si raja dribling era 1970-an ini. O ya tidak hanya raja dribling, tapi juga raja gol yang membuat dia berkali-kali mampu membawa PSP Padang berprestasi di tingkat nasional. Tak lengkap membicarakan PSP Padang tanpa menyebut nama Codot.

11. Sayap kiri: Oktavianus
Masuk dalam jajaran generasi emas sepakbola Sumbar awal era 2000. Lahir dari Semen Padang Pratama, Okta adalah salah satu yang paling menonjol. Kelincahan, taktis, skill aduhai dari sayap, adalah kelebihan Oktavianus. Selepas dari Semen Padang, Okta sempat melanglang buana bersama klub besar seperti Sriwijaya FC dan Persija Jakarta. Beberapa kali menerima panggilan Timnas, membuktikan kapasitas pemain satu ini.

Untuk melengkapi formasi tersebut, dengan menempatkan Jenniwardi sebagai juru taktik, tujuh pemain perlu dipanggil untuk duduk di bangku cadangan. Mereka yang dianggap layak sebagai pelapis; Jandia Eka Putra (kiper), Welliansyah, Endra Mahyuni, Oyong Liza, Febi Martika Candra, Irsyad Maulana, Masril Mahmud.

Itulah formasi Best XI Ranah Minang sepanjang masa, versi bolabeten.com. Tentunya tak terlepas dari unsur-unsur subjektif, sehingga perlu pembanding juga dari pihak lain. Nah, siapakah pilihan Anda?.. Silahkan. (*)

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Misteri Patimat Istri Khabib Nurmagomedov, Gadis Desa yang tak Mau Mendompleng Popularitas Suami

Atalanta vs Valencia; Bom Biologis Covid-19 Meledak Saat 40 Ribu Orang Empat Kali Berpelukan