in ,

Aidil Usman Diarra, Wajah Afrika Dikira Pemain Naturalisasi dan Pesan Ayah dari Mali

Kehadiran Aidil Usman Diarra di latihan Sriwijaya FC, ternyata mampu menarik perhatian publik Palembang

Usman Diarra, ketika usia dini di Akademi Semen Padang FC. (foto: ist)

PALEMBANG, bolabeten – Kehadiran Aidil Usman Diarra di latihan Sriwijaya FC, ternyata mampu menarik perhatian publik Palembang. Wajah Afrika-nya membuat dia sempat dikira pemain naturalisasi.

Padahal pemain muda kelahiran Jakarta 31 Januari 1998 itu adalah talenta lokal. Memang dia punya darah campuran. Ayahnya dari Mali, sementara ibunya berasal dari Solok, Sumatra Barat.

Banyak yang mengira, Usman adalah pemain naturalisasi yang dijanjikan manajemen Sriwijaya FC kepada fans-nya.

“Saya WNI dari kecil, kelas empat SD ibu dan bapak pisah. Bapak kembali ke Mali Afrika bernama Ibrahim Diarra dan saya ikut ibu berdarah Minang Solok Sumatera Barat, namanya Sapta Darlis,” ungkap Usman tentang siapa dirinya.

Menanggapi adanya banyak yang terkecoh mengiranya pemain naturalisasi, Usman yang merupakan jebolan akademi Semen Padang FC dan berpostur 180 cm dan berat 70 kg, hanya tertawa dan tak terlalu mempermasalahkan.

Usman yang mengidolakan Makan Konate dan Boaz Salosa mengaku tengah fokus membuktikan ke pelatih, manajemen untuk bisa lolos seleksi dan mendapatkan kesempatan dikontrak Tim berjuluk Laskar Wong Kito ini.

Aidil Usman Diarra, berjuang menjadi skuad Sriwijaya FC. (foto: IG SFC)

Dia sudah melewati rintangan pertama, masuk dalam lima pemain yang lolos trial tahap pertama. “Usman harus membuktikan ke pelatih, manajemen setidaknya kesempatan buat kontrak,” ujarnya bersemangat.

Pasalnya target pribadi ia berharap dapat kontrak dulu, setelah ini targetnya memberikan yang terbaik buat tim. “Syukur-syukur Usman bisa baik di sini. Bisa bawa naik ke Liga 1. Insya Allah,” katanya, seperti dikutip sripoku.

Ia mengakui saat ini persaingan sebagai striker dirinya baru berdua dengan Rudiyana dan mungkin bakal ada striker senior naturalisasi. Tapi Usman bertekad memberiakn kemampuan terbaiknya.

Dia juga bercerita tentang bapaknya. Walau berjauhan tapi tetap komunikasi dan selalu memberinya semangat. “Bapak saya ingin, di usia saya sekarang ini dalam 2-3 tahun ke depan udah bisa berbicara banyak di sepakbola. Harapannya bisa ke luar negeri.” kata Usman menirukan pesan bapaknya.(*)

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Kronologis 12 Klub Top Eropa Dirikan European Super League, Liga Champions Terancam

Piala Menpora 2021:  Persib Bandung Jumpa Persija Jakarta di Final