in , ,

AFC Cup 2013: Semen Padang FC dan Kisah yang tak Sempurna

Oleh: Rizal Marajo
(Wartawan Utama) 

Semen Padang membutuhkan waktu 20 tahun untuk kembali berkiprah di kompetisi Asia. Setelah mencapai babak perempatfinal Piala Winners Asia 1993, tahun 2013 “kabau sirah” kembali ke pentas Asia. Namun, comeback Asia ini tak ubahnya sebuah Kisah yang tak sempurna.

Keberhasilan menjuarai Indonesia Premier Liague (IPL) 2011/2012, membuat Semen Padang FC berhak mewakili Indonesia ke Piala AFC. IPL adalah kompetisi yang diakui AFC ditengah kisruh dan dualisme di federasi sepakbola Indonesia saat itu.

Semen Padang sebagai klub yang konsisten memilih jalur legal, memutuskan berkompetisi di jalur IPL, meninggalkan glamour Liga Super Indonesia. Namun pilihan itu berbuah manis, yang membawa Semen Padang kembali ke Asia setelah 20 tahun.

Kiprah kedua Semen Padang di Asia memang sangat mengesankan dibawah pelatih Jafri Sastra, walaupun secara teknisnya Suhatman Imam yang menjadi leader tim. Terlepas dari hal itu, Semen Padang memang sangat serius menghadapi gengsi kompetisi Asia.

Materi pemain yang disiapkan saat itu sungguh berkelas. Bahkan boleh dikatakan sebagai salah satu tim terbaik yang dimiliki Semen Padang. Gambaran sangar-nya Staring XI Semen Padang terlihat seperti ini.

Kiper Jandia Eka Putra, Hengki Ardiles dan Novan Setya mengisi bek sayap mengapit dua center bek David Pagbe dan Wahyu Wijiastanto. Ellie Aiboy winger kanan dan Esteban Vizcarra mengisi wing kiri. Duo gelandang sehati, Yu Hyun-koo dan Vendry Mofu bertugas di lini tengah. Di depan, duet Titus Bonai dan Edward Wilson Junior bertugas menjebol gawang Lawan.

Sungguh berkelas, ditambah pemain pengganti yang juga cukup mentereng, seperti M. Nur Iskandar, Saefullah Maulana, Ricky Ohorella, Hendra bayauw, Fakhrurrazi Quba, Rudi, dan lain sebagainya.

Dalam fase grup AFC Cup 2013, Semen Padang tergabung di Grup E bersama Kitchee FC (Hongkong), FC Warriors (Singapura), dan Churchill Brothers (India). Luar biasa, Semen Padang tak terkalahkan di fase grup. Lima kali menang dan sekali imbang, membuat Ellie Aiboy Cs tampil sebagai juara Grup.

Lolos ke babak 16 besar status juara Grup membuat Semen Padang berhak menjadi tuan rumah dalam laga single match melawan SHB Da Nang (Vietnam) 13 Mei 2013. Babak ini dilewati dengan sebuah perjuangan berat. Kemenangan dramatis, setelah sempat tertinggal. Namun, bisa dibalikkn melalui gol dari Edward Wilson Junior dan gol penentu Vendry Mofu di masa injury time.

Kemenangan itu membawa Semen Padang ke perempatfinal, menyamai capaian 1993. Klub East Bengal (India) menunggu Semen Padang. Keberhasilan Semen Padang menembus perempatfinal, membuat heboh sepakbola Indonesia dan membungkam suara-suara minor yang sebelumnya melecehkan Semen Padang.

Sebagai alumni Kompetisi IPL yang dicap sebagai kompetisi tak berkelas, ternyata wakilnya mampu menembus 8 besar Asia. Empaty dan dukungan untuk Semen Padang pun mengalir deras, dan Semen Padang diharapkan menjadi penyelamat wajah sepakbola Indonesia di mata internasional.
Leg pertama di Stadion Calcutta India, Semen Padang menyerah 1-0. Namun, peluang belum habis, karena masih ada leg 2 di Stadion H. Agus Salim. Sayangnya, keberuntungan tak berpihak pada semen Padang. Hasil akhirnya adalah 1-1, dengan demikian semen Padang gagal melaju ke semifinal.

Menyesakkan dada tentu saja, karena sejatinya secara kualitas tim asal India itu tak terlalu istimewa. Sebuah kesempatan besar mengkir sejarah buyar, karena kelengahan barisan pertahanan yang membuat East Bengal bisa menyamakan skor menjelang menit akhir. Gol balasan itu meruntuhkan segalanya, ketika tim sudah unggul dan tinggal mencari satu gol lagi.

Esteban Vizcarra, bintang Semen Padang saat itu, mengaku, hasil tersebut adalah salah satu moment paling menyedihkan dalam karir sepakbola. “Seharusnya kita di semifinal, mereka bermain tak lebih bagus dari kita, tapi sepakbola terkadang sangat menyedihkan.”katanya.

Tapi apapun itu, kiprah Semen Padang di kali kedua penampilan di tingkat Asia, dan mampu menembus perempatfinal, menempatkan Semen Padang dalam catatan istimewa dalam buku sejarah sepakbola Indonesia.

Entah kapan bisa terulang lagi moment-moment indah berlaga di Asia bagi Semen Padang FC yang kini terjerembab di kasta kedua kompetisi. Hanya waktu yang bisa menjawabnya. “Saya belum ingin pensiun, karena saya masih ingin merasakan sekali lagi bermain di kompetisi Asia bersama tim ini.”kata Rudi, pemain senior semen Padang yang masih tersissa hari ini.(*)

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Memori “Tragedi Yokohama” Semen Padang FC 1993; Antara Pilu, Malu, dan Lucu

Mayoritas Kontestan Liga 1 dan Liga 2 2020 Setuju Kompetisi Disudahi