in ,

5 Laga Paling Tragis Semen Padang FC dalam 20 Tahun Terakhir

Padang, bolabeten – Perjalanan Semen Padang FC di jagat kompetisi Indonesia, sarat dengan dinamika. Ibarat Roller coaster, ada turun naik prestasi yang dicapai tim kebangggaan Ranah Minang itu. Ada kalanya hasil membanggakan, tapi dilain ketika yang dialami adalah hasil tragis.

Selama dua dekade terakhir sejak era milenial, perjalanan prestasi Semen Padang memang cenderung turun naik, Dari segi prestasi, dalam rentang 20 tahun terakhir ada sejumlah catatan bagus yang dicapai, diantaranya promosi ke kasta tertinggi, juara kompetisi resmi, wakil Indonesia ke kompetisi Asia.

Namun demikian, juga terdapat hasil yang memilukan dalam rentang waktu tersebut. Dimasa ini juga Semen Padang juga mengalami kegagalan, bahkan dua kali degradasi dari kompetisi elit, dan sejumlah hasil lain yang menyebabkan Semen Padang berada di titik nadir.

bolabeten.com coba merangkum hasil pertandingan yang memilukan bagi Semen Padang dan pendukungnya dan dua dekade terakhir. Setidaknya ada lima pertandingan yang dipilih sebagai pertandingan paling tragis bagi Semen Padang dalam 20 tahun terakhir:

1. Final PJS 2016: Semen Padang FC vs Mitra Kukar
24 Januari 2016 Semen Padang melakoni laga final bergengsi Piala Jenderal Sudirman di Stadion Utama GBK. Final ini benar-benar membuat haru-biru Ranah Minang, puluhan ribu pendukung urang awak memenuhi Stadion, baik yang berada di Jakarta dan sekitarnya, maupun yang datang langsung ke Jakarta dari berbagai kabupaten/Kota di Sumbar.

Moment ini tak ubahnya “reuni akbar” orang Minang di GBK, sehingga hanya menyisakan segelintir tempat bagi pendukung Mitra Kukar. Sayangnya, laga ini berakhir anti klimaks bagi Semen Padang.

Sempat unggul di babak pertama melalui gol Adi Nugroho, Mitra Kukar yang dilatih Jafri Sastra mampu membalikkan keadaan di babak kedua. Semen Padang kalah 1-2. Tragis, gagal impian “Kabau Sirah” meraih mahkota jura di turnamen berhadiah Rp1 Miliar itu. Kartu merahnya gelandang Yu-Hyun-koo, menjadi awal petaka Semen Padang di laga ini.

2. 8 Besar ISL 2014: Semen Padang FC vs Arema
29 Oktober 204, Semen Padang memainkan laga terakhir Grup K Babak 8 Besar ISL 2014 di Stadion H. Agus Salim. Jika menang, Semen Padang lolos ke semifinal. Tapi, laga ini berakhir 2-2 dan menjadi laga yang tak akan terlupakan oleh pendukung Semen Padang.

Sisi kontroversial begitu menonjol di laga ini, yang disebut-sebut menjadi biang kegagalan Semen Padang dalam laga yang dipimpin wasit Novari Ikhsan yang dianggap terlalu menguntungkan Arema.

Setidaknya dua hal kontroversial terjadi dalam laga ini, pertama ketika kiper Arema Kurnia Meiga memakan striker Semen Padang Osas saha, seharusnya dikartu merah, tapi tak dihukum oleh wasit. Kemudian saat Esteban Vizcarra digunting dari belakang di kotak penalti oleh Victor Igbonefo, juga diabaikan wasit. Sempat diwarnai rusuh penonton usai laga, tapi Semen Padang gagal lolos ke semifinal.

Namun, perjalanan panjang mereka selama babak penyisihan wilayah hingga Babak 8 Besar patut diapresiasi. Dengan materi pemain yang tidak terlalu glamor, anak asuh Jafri Sastra mampu menyulitkan tim-tim lain dengan skuad mentereng seperti Arema, Persib dan bahkan Persipura. Banyak yang sepakat, Semen Padang seharusnya juara musim itu.

3. Semifinal Liga Indonesia 2002: Semen Padang FC vs Petrokimia Putra
4 Juli 2002, Di Stadion Utama GBK Jakarta, Semen Padang datang sebagai favorit juara kompetisi Liga Indonesia 2002. Melakoni laga semifinal melawan Petrokimia Putra, Semen Padang diunggulkan menang.

Skuad mentereng Semen Padang, dengan duo Papua Erop Iba dan Ellie Aiboy, duet tiang listrik di barisan pertahanan Carlos Renato Elias dan Jung Sunday cukup menggetarkan lawan. Belum lagi ada Effendi Ibrahim, Romi Diaz Putra, Syafril M, Kusdianto, membuat Semen Padang yang begitu dominan di fase wilayah terlihat sangat menakutkan.

Sayangnya, lagilagi di moment krusial, Semen Padang mengalami anti klimaks. Di waktu normal dan extra time skor 1-1. tertinggal lebih dulu melalui gol Jaenal Ikhwan mampu disamakan Kusdianto. Sayang dalam adu penalti, Semen Padang menyerah 2-4. Hanya eksekusi Renato dan Romi Diaz yang sukses. Sedangkan Ellie Aiboy dan Syafril M gagal. Dengan demikian buyar impian Semen Padang ke final, padahal saat itu Semen Padang disebut-sebut tim paling punya tampang jadi juara.

4. Leg 2 AFC Cup 2013: Semen Padang FC vs East Bengal
24 September 2013, Semen Padang bersiap menorehkan sejarah sebagai klub Indonesia pertama yang lolos ke semifinal AFC Cup. Kekalahan 1-0 di leg pertama di kandang East bengal di Calcutta, coba dibalikkan skuad asuhan Jafri Sastra di Stadion H. Agus Salim Padang.

Edward Wilson Junior sejatinya mampu awal yang baik dan memberikan harapan kepada Semen Padang untuk lolos ke babak semifinal lewat golnya pada menit ke-23. Gol tersebut berawal dari kesalahan kiper East Bengal sehingga memudahkan Edu menceploskan bola.

Tinggal mencari satu gol lagi, di babak kedua Semen Padang terus berupaya mencetak gol. Namun cedera yang menimpa Edward Wilson membuat serangan Semen Padang menurun. Sayangnya petaka untuk Kabau Sirah di pertengahan babak kedua. Sebuah umpan silang dari Baljit Sahni mampu diselesaikan dengan baik oleh James Moga lewat tandukannya ke arah tiang jauh. Skor 1-1 ini bertahan hingga pertandingan usai.

Tragis, hasil imbang tersebut mengakhiri mimpi Semen Padang untuk menjadi tim Indonesia pertama yang mampu menembus semifinal AFC Cup. Langkah Kabau Sirah terhenti di babak perempat final dengan agregat 1-2 setelah di leg pertama kalah 1-0.


5. Last Match ISL 2017: Semen Padang FC vs PS TNI
12 November 2017, dalam laga ini Semen Padang sukses mengalahkan PS TNI dalam partai pekan terakhir Liga 1 musim 2017 dengan skor 2-0 di Stadion Haji Agus Salim. Meski menang, Semen Padang harus rela turun kasta ke Liga 2 pada musim depan. Hujan air mata pun pecah di Stadion kebangggan Ranah Minang itu.

Dua gol kemenangan Semen Padang dilesakkan di babak pertama melalui Vendry Mofu dan Marcel Sacramento jadi tak berguna. Kemenangan atas PS TNI tak mampu menyelamatkan Semen Padang dari jeratan degradasi.

Sebab di laga lainnya, Perseru Serui mampu mengalahkan Persib Bandung dengan skor 2-0 di di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung. Dengan hasil tersebut, Perseru mengakhiri kompetisi dengan 37 poin, unggul dua poin dari Semen Padang.(*)

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Tuan Rumah Olimpiade 2032; India Siapkan Manuver, Pesaing Indonesia Makin Berat

Persela Serahkan Donasi Hasil Lelang Jersey ke Pemkab Lamongan