in ,

10.01 Cerita Bola dari Madura, Moscow, Hingga Liverpool; Presiden Madura United FC Luncurkan Buku Memoar Sepakbola

Jakarta, bolabeten – Achsanul Qosasi, Presiden Madura United FC, meluncurkan buku seputar memoar sepakbola, sejak berkiprah dari tahun 1999. Buku keren dan spesial itu berjudul: Achsanul Qosasi: 10.01 Cerita Bola: dari Madura, Moscow Hingga Liverpool

“”Ini cerita perjalanan saya di dunia sepakbola, detail,  dan disampaikan dengan dukungan foto-foto,” kata AQ, sapaan akrab Achsanul Qosasi, dalam rilis yang diterima bolabeten, Rabu (14/10).

Buku setebal 120 halaman, full color, dan dikemas indah — perpaduan design, foto dan naskah — itu bercerita tentang betapa cintanya AQ pada sepakbola. Saking cintanya, dia menyebut sepakbola adalah istri keduanya.

“Gue bisa gila kalau tidak mengurus bola” itu kata-katanya yang lain yang menyiratkan diri pria multi talenta itu tak bisa dipisahkan dari sepakbola.

AQ memulainya dari klub kecil, PS Merpati, lalu PSJS Jakarta Selatan, Asprov PSSI DKI hingga menjadi petinggi di PSSI sampai akhirnya punya klub profesional, Madura United.

Di tangan AQ, Madura United jadi mentereng dan menjadi klub yang dikelola dengan manajemen yang profesional. Juga dipaparkan,  bagaimana Madura United menjadi ikon lain bumi Madura selain garam, santri, karapan sapi atau pondok pesantren.

Di buku ini juga dijelaskan soal bintang-bintang yang datang silih berganti ke Madura. Bahkan, sejak 2012, puluhan pemain asing dari lima benua pernah singgah di Madura. Bahkan karena bertabur bintang-bintang itu, Madura United sempat di juluki Los Galacticos-nya Indonesia.

Sisi itu adalah salah satu konten paling menarik buat AQ dari buku memoar yang digarap Hardimen Koto dan jurnalis sepakbola berbakat, Rizal Marajo ini.

Satu lagi: soal anaknya, Annisa Dzafarina, yang disebut-sebut sebagai titisan. Nisa, putri tunggal AQ itu baru saja lulus dari UEFA Certificate Course dan itu kebanggaan buat Nisa, yang juga Chief Operating Officer (COO) Madura United itu. “Sampai gak sadar, buku ini juga menyebut kami adalah football family,” kata AQ.

Buku ini juga memuat sederet testimoni, antara lain dari Gregorius Nwokolo, Haruna Soemitro, Slamet Nurcahyo hingga Rahmad Darmawan dan Habib Zia Ulhaq.

Selamat, pak AQ. Teruslah berbuat untuk sepakbola Indonesia.(*)

Tinggalkan Balasan

Loading…

0

Tahu kekuatan lawan, Beckham Putra cs diminta tingkatkan fokus di laga kedua kontra Makedonia Utara

PSTS Tabing Cup U-15: Putra Wijaya buka peluang, Taruna Mandiri, Balai Baru, BBC dan Ripans lolos ke Babak Selanjutnya